INILAH.COM, New York - Minyak mentah di pasar global melemah pada perdaganan Selasa (31/7/2012) karena stimulus yang akan diluncurkan bank sentral utama tidak akan dapat menggerakkan ekonomi global.
Minyak AS jenis light sweet turun US$1,9 menjadi US$88,06 per barel untuk pengiriman September. Minyak mentah jenis Brent turun US$1,2 menjadi US$104,92 per barel di London.
Data dari AS tentang harga rumah lebih tinggi, kepercayaan konsumen meningkat dan kegiatan usaha di midwest menurun. Ini memungkinkan stimulus dalam dua hari pertemuan Fed.
"Harga minyak lebih rendah dengan paradoks data ekonomi yang lebih baik mulai dari data PMI Chicago dan kepercayaan konsumen," kata John Kilduff dari Again Capital LLC di New York.
Volume perdagangan minyak tetap bersemangat dengan transaksi Brent dan minyak AS berada dalam rata-rata 30 hari perdagangan. Namun menjelang laporan persediaan minyak pekan lalu, harganya mungkin akan melemah. Sebab pasokan akan meningkat.
Minyak AS jenis light sweet turun US$1,9 menjadi US$88,06 per barel untuk pengiriman September. Minyak mentah jenis Brent turun US$1,2 menjadi US$104,92 per barel di London.
Data dari AS tentang harga rumah lebih tinggi, kepercayaan konsumen meningkat dan kegiatan usaha di midwest menurun. Ini memungkinkan stimulus dalam dua hari pertemuan Fed.
"Harga minyak lebih rendah dengan paradoks data ekonomi yang lebih baik mulai dari data PMI Chicago dan kepercayaan konsumen," kata John Kilduff dari Again Capital LLC di New York.
Volume perdagangan minyak tetap bersemangat dengan transaksi Brent dan minyak AS berada dalam rata-rata 30 hari perdagangan. Namun menjelang laporan persediaan minyak pekan lalu, harganya mungkin akan melemah. Sebab pasokan akan meningkat.
Translate
Tidak ada komentar:
Posting Komentar