Laman

Jumat, 31 Agustus 2012

Santapan Terakhir Ditemukan di Perut Dinosaurus


Santapan Terakhir Ditemukan di Perut Dinosaurus

Fosil burung purba seukuran gagak ditemukan di perut fosil dinosaurus.

Jum'at, 31 Agustus 2012, 06:21Bayu Galih
Sinocalliopteryx gigas
Sinocalliopteryx gigas(LiveScience | CREDIT: Cheung Chungtat. (2012) PLoS ONE)
Class-it
VIVAnews - Sebuah fosil dinosaurus ditemukan dalam keadaan unik di China. Temuan tulang burung dan dinosaurus kecil ditemukan di dalam 'perut' dinosaurus yang diduga merupakan karnivora.

'Santapan' terakhir dinosaurus itu memperlihatkan bahwa dinosaurus mampu melahap mangsa yang memiliki ukuran lebih besar dari sepertiga ukuran tubuhnya.

Para ilmuwan kemudian melakukan penelitian mendalam terhadap dua spesimen dinosaurus karnivora yang fosilnya ditemukan di Liaoning, Cina. Spesies itu dikenal dengan namaSinocalliopteryx gigas.

Ukuran dinosaurus itu diperkirakan seperti serigala di masa sekarang, dengan panjang 2 meter. Spesies dinosaurus itu juga memiliki bulu di sekitar tubuhnya, untuk menjaganya tetap hangat.

Saat dinosaurus masih menguasai dunia 120 juta tahun lalu, area ini merupakan area yang hangat, namun berupa hutan basah. Area ini juga memiliki beragam fauna dinosaurus, burung, dan buaya.

"Ini merupakan contoh terbaik lingkungan dinosaurus, dengan beragam aktivitas vulkanik yang secara periodik menonjol di lanskapnya dan mengubur sejumlah benda yang pernah hidup di dalamnya dengan 'perlindungan' yang baik," kata salah satu peneliti, Phil Bell, yang juga ahli paleontologi vertebrata di Pipestone Creek Dinosaur Initiative di Kanada, dilansir dariLiveScience.

Hari ini area ini merupakan kawasan pertanian, meskipun para petani memahami pentingnya fosil dan ketertarikan terhadap fosil. "Banyak juga yang mengubah menjadi 'pertanian' untuk dinosaurus," ucap Bell.

Salah satu spesimen Sinovalliopteryx terlihat masih 'menyimpan' sisa burung primitif seukuran gagak, yang dinamakan Confuciusornis. "Temuan di perut merupakan bukti adanya interaksi aktual antara hewan (pemangsa dan dimangsa), yang jarang ditemukan di temuan fosil lain," tutur Bell. "Kami beruntung bisa menemukan satu-dua tulang, untuk mengetahui spesimen yang jadi santapan terakhirnya," lanjutnya.

Dinosaurus karnivora itu juga diketahui aktif memburu burung prasejarah tersebut. "Ada kemungkinan dia selektif secara aktif dalam memilih mangsanya; yang menjadikan dia sebagai predator," jelas Bell.

Apalagi, Bell melanjutkan, yang berhasil disantap adalah hewan terbang. "Banyak yang berpikir fosil hanya benda mati, sulit membayangkan mereka sebagai hewan hidup dan bernafas. Saat Anda menemukan yang seperti ini, ini seperti 'menghidupkannya'," ujar Bell.

Nusa Tenggara Butuh Investasi Rp121 Triliun


Nusa Tenggara Butuh Investasi Rp121 Triliun

Potensi kekayaan alam di Nusa Tenggara hingga saat ini belum tergarap optimal.

Selasa, 25 Oktober 2011, 10:27Syahid Latif, Harwanto Bimo Pratomo
Rumah tradisional masyarakat Boti, Nusa Tenggara Timur
Rumah tradisional masyarakat Boti, Nusa Tenggara Timur(Antara/ Saptono)
Class-it
VIVAnews - Kebutuhan investasi di daerah Nusa Tenggara baik di wilayah barat maupun timur ditaksir mencapai Rp121,6 triliun. Dana tersebut dibutuhkan terutama untuk memajukan perekonomian daerah tersebut.

"Butuh dukungan dari pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta," kata Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Zulkifli Zaini, dalam sambutan pembukaan Nusa Tenggara Investment Day di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2011.

Zulkifli mengatakan, masih banyak potensi kekayaan alam di Nusa Tenggara yang belum dioptimalkan. Upaya untuk mengembangkan potensi tersebut, tentu saja membutuhkan sumber dana investasi.

Dalam pantauan Bank Mandiri, potensi yang bisa dikembangkan antara lain pertanian, perikanan, dan pariwisata seperti garam, jagung, rumput laut, peternakan sapi, mangaan, emas, dan marmer. "Potensi ini dapat dioptimalkan apabila investor memiliki visi jangka panjang," tutur Zulkifli.

Bank Mandiri berharap dengan pagelaran Nusa Tenggara Investment Day ini, pemerintah daerah Nusa Tenggara dan para investor dapat bertemu dalam upaya peningkatan investasi di daerah tersebut.

Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit untuk daerah Nusa Tenggara per 30 September 2011 sebesar Rp880 miliar, atau meningkat 96,5 persen dari periode sebelumnya. Kabar positif dari penyaluran kredit ini adalah, kontribusi penyaluran terbanyak ditujukan untuk kredit modal kerja yang tumbuh di atas 117 persen.

"Ini menunjukkan adanya pertumbuhan usaha," imbuhnya.

Pertumbuhan kredit Mandiri yang pesat ini, menurut Zulkifli, menunjukkan peningkatan dalam sektor ekonomi setempat.

Dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali masuk dalam pintu gerbang kelima dalam mendukung pertanian nasional.  (art)

Target Investasi Naik, BKPM Usung 3 Sektor


Target Investasi Naik, BKPM Usung 3 Sektor

Proyek infrastruktur merupakan sektor yang banyak diminati investor asing.

Kamis, 20 Oktober 2011, 15:54Syahid Latif, Sukirno
Jembatan Selat Sunda, salah satu proyek infrastruktur yang digadang pemerintah
Jembatan Selat Sunda, salah satu proyek infrastruktur yang digadang pemerintah(PT Bangungraha Sejahtera Mulia )
Class-it
VIVAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi tahun 2012 bakal naik sekitar 15 persen atau mencapai Rp283,5 triliun.
Tahun ini target realisasi investasi sebesar Rp240 triliun. Untuk mencapai target itu, BKPM bakal mengusung tiga bidang usaha yang jadi incaran pemodal dalam dan luar negeri.

"Target akumulasi 2010-2014 investasi mencapai Rp1.629 triliun," kata Deputi  Bidang Promosi dan Penanaman Modal BKPM, Himawan Hariyoga, di kantor BKPM, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2011.
Himawan mengungkapkan BKPM telah menggelar berbagai promosi ke sejumlah  negara untuk menarik investasi dari pemodal asing. Sebanyak tiga sektor utama yang diharapkan menyumbang investasi pada tahun depan adalah pangan, infrastruktur, dan proyek hilir.
"Tapi intinya semuanya [proyek yang ditawarkan] ini, kita sadar tanpa infrastruktur tidak akan berjalan sehingga selalu itu yang kami prioritaskan," kata dia.
Dari sejumlah promosi yang digelar selama ini, Himawan mengatakan, proyek infrastruktur merupakan sektor yang banyak diminati investor asing. Sementara untuk bidang energi, pemodal umumnya masih sampai tahap penjajakan. "Mungkin peningkatannya dari sumber-sumber yang semacem itu."

Dalam buku skema kerjasama swasta dan pemerintah atau public private Partnership (PPP) dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), BKPM sedikitnya memiliki 79 proyek infrastruktur yang siap ditawarkan dengan nilai investasi US$53,4 miliar.

"Ini kami tawarkan tiap tahun direview, sudah laku belum, kemudian ada satu kategori atau kelompok dari proyek-proyek itu yang kita namakan ready to offer siap tender ada 13 proyek dengan total nilai US$27,5 miliar," ungkapnya.
Disinggung mengenai terjadinya perlambatan ekonomi dunia, Himawan optimistis, realiasasi investasi tahun depan akan tetap meningkat karena investasi tersebut bersifat jangka panjang.

"Jadi yang sudah berkomitmen dan sudah jadi investasi, itu masih tetap jalan. Sekarang dampak yang diperkirakan Indonesia adalah berkurangnya permintaan dari Eropa," kata dia.

Namun, Himawan melanjutkan, secara keseluruhan Indonesia tidak terlalu tergantung pada ekspor tetapi lebih banyak tergantung pada pasar dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia, lanjutnya, lebih banyak mengandalkan konsumsi dalam negeri.

"Kalau kita lihat industri, komponen kendaraan bermotor, tetap saja bertumpu pada konsumsi domestik. Misalnya kalau ada perlambatan, tentunya masih ada negara-negara yang kita harapkan bisa memberikan kontribusi lebih besar yaitu Timur Tengah," ungkapnya.

Lima Negara Investor Terbesar di Indonesia


Lima Negara Investor Terbesar di Indonesia

Salip-menyalip posisi negara pemodal terbesar di Indonesia terjadi tahun lalu.

Kamis, 19 Januari 2012, 13:44Syahid Latif, Iwan Kurniawan
Kepala BKPM, Gita Wirjawan
Kepala BKPM, Gita Wirjawan(Kementerian Perdagangan)
Class-it
VIVAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke dalam negeri sepanjang 2011 mencapai Rp175,3 triliun. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp76 triliun.
Sepanjang 2011, BKPM mencatat realisasi investasi mencapai Rp251,3 triliun.
Data BKPM yang dilansir Kamis, 19 Januari 2012 mencatat pemodal asing terbesar berasal dari Singapura yang menanamkan investasi hingga US$5,1 miliar. Diikuti Jepang sebesar US$1,5 miliar, Amerika Serikat (AS) US$1,5 miliar, Belanda senilai US$1,5 miliar, dan Korea Selatan US$1,2 miliar.

"Kami menggenjot investasi dari Singapura. Secara keseluruhan tahun, AS disalip Jepang. Jepang agak termotivasi dan Korea Selatan pertama kalinya masuk lima besar," kata Kepala BKPM, Gita Wirjawan di Jakarta, Kamis 19 Januari 2012.

Menurut Gita, Singapura tetap menempati urutan pertama, walaupun secara nilai investasi 2011 turun dibandingkan 2010. Pada 2010, investasi Singapura mencapai US$5,5 miliar. Sementara itu, posisi Inggris yang pada 2010 di peringkat kedua, terlempar dari lima besar.

Gita memprediksi nilai investasi Korea Selatan pada 2012 akan terus meningkat. Hal itu tak terlepas dari semakin meningkatnya investor Korea Selatan yang masuk Indonesia.

Jika dilihat dari sektornya, investor asing paling banyak menanamkan modal di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar US$3,8 miliar. Sektor lain yang jadi bidikan adalah pertambangan US$3,6 miliar, listrik, gas, dan air sebesar US$1,9 miliar, industri logam dasar, barang logam, mesin, serta elektronik US$1,8 miliar, dan industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi senilai US$1,5 miliar.

"Realisasi PMA berdasarkan lokasi proyek, yang pertama masih DKI Jakarta sebesar US$4,8 miliar, Jawa Barat US$3,8 miliar, Banten US$2,2 miliar, Papua US$1,3 miliar, dan Jawa Timur US$1,3 miliar," katanya. (art)