Dua Smelter Lokal Lirik Konsentrat Freeport
Freeport sendiri telah mempunyai satu smelter tembaga di Jawa Timur.
Kamis, 12 Juli 2012, 19:38Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan
Lokasi tambang PT Freeport Indonesia(ANTARA/Spedy Paereng)
VIVAnews - PT Freeport Indonesia menyatakan pihaknya tengah menjajaki dua smelter domestik yang baru akan dibangun, yaitu PT Indosmelt dan PT Nusantara Smelting, jika mereka menawarkan harga kompetitif.
"Kami memberikan peluang pada mitra bisnis yang serius dalam pengembangan smelter. Saat ini, sudah ada beberapa studi kelayakan yang kami lakukan berkaitan ekspansi smelter, baik yang baru maupun yang sudah ada,” ujar Juru Bicara Freeport Indonesia, Ramdhani Sirait, di Jakarta, Kamis 12 Juli 2012.
Ramdhani mengatakan, pembicaraan Freeport dengan kedua pengelola smelter tersebut masih dalam penjajakan secara informal. Freeport sendiri telah mempunyai satu smelter tembaga di Jawa Timur.
"Kami memberikan peluang pada mitra bisnis yang serius dalam pengembangan smelter. Saat ini, sudah ada beberapa studi kelayakan yang kami lakukan berkaitan ekspansi smelter, baik yang baru maupun yang sudah ada,” ujar Juru Bicara Freeport Indonesia, Ramdhani Sirait, di Jakarta, Kamis 12 Juli 2012.
Ramdhani mengatakan, pembicaraan Freeport dengan kedua pengelola smelter tersebut masih dalam penjajakan secara informal. Freeport sendiri telah mempunyai satu smelter tembaga di Jawa Timur.
PT Smelting yang terletak di Gresik itu dimiliki oleh PT Freeport Indonesia sebesar 25 persen, Mitsubishi Materials Corporation 60,5 persen, Nippon Mining and Metals Co Ltd 5 persen, dan Mitsubishi Corporation Unimetal Ltd 9,5 persen.
Freeport telah mengirim 47 persen konsentrat dari Papua untuk diolah kembali di Gresik. Selain dari Freeport, PT Smelting juga mendapat pasokan dari Newmont Nusa Tenggara. Dari dua tempat pasokan tersebut, ternyata cukup untuk memenuhi kebutuhan tembaga secara nasional.
Ramdhani mengatakan, Freeport terikat dengan pasokan jangka panjang dengan para pembeli yang menjadi pertimbangan utama. "Kalau dalam perkembangannya ada sisa konsentrat, itu bisa dijual ke dalam negeri dan tidak masalah kalau harganya kompetitif,” katanya.
Freeport belum akan membangun smelter baru, karena berdasarkan studi, kapasitas smelter saat ini sudah berlebih. Bahkan, jauh melampaui kemampuan pasokan konsentrat. Selain itu, untuk membangun smelter baru membutuhkan ongkos melebur yang lebih rendah 30 persen dari yang ada saat ini agar dapat bersaing. (art)
Freeport telah mengirim 47 persen konsentrat dari Papua untuk diolah kembali di Gresik. Selain dari Freeport, PT Smelting juga mendapat pasokan dari Newmont Nusa Tenggara. Dari dua tempat pasokan tersebut, ternyata cukup untuk memenuhi kebutuhan tembaga secara nasional.
Ramdhani mengatakan, Freeport terikat dengan pasokan jangka panjang dengan para pembeli yang menjadi pertimbangan utama. "Kalau dalam perkembangannya ada sisa konsentrat, itu bisa dijual ke dalam negeri dan tidak masalah kalau harganya kompetitif,” katanya.
Freeport belum akan membangun smelter baru, karena berdasarkan studi, kapasitas smelter saat ini sudah berlebih. Bahkan, jauh melampaui kemampuan pasokan konsentrat. Selain itu, untuk membangun smelter baru membutuhkan ongkos melebur yang lebih rendah 30 persen dari yang ada saat ini agar dapat bersaing. (art)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar