Kuwait Bikin Kilang BBM di Balongan 2011
Kilang ini akan menambah pasokan BBM, karena produksi kilang ini akan dibeli Pertamina.
Jum'at, 20 Agustus 2010, 14:42Hadi Suprapto
kilang mini minyak blok Cepu di Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur(Antara/ Aguk Sudarmojo)
VIVAnews – Kuwait Petroleum Corporation (KPC) akan membangun kilang bahan bakar minyak di Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Awal tahun depan pembangunan kilang akan dimulai.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pemerintah telah melakukan tanda tangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kuwait Petroleum untuk kerja sama pembangunan kilang itu di Kuwait beberapa waktu lalu. “Mereka akan membuat persiapan dan uji kelayakan selama enam bulan,” kata Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 20 Agustus 2010.
Menurut dia, Kuwait Petroleum telah setuju mempercepat rencana ini, sehingga pada triwulan pertama 2011 pembangunan fisik sudah dapat dimulai. Akhir tahun, perwakilan Kuwait Petroleum akan datang dan akan melakukan penandatangan pembuatan perusahaan patungan.
Mengenai besaran porsi saham perusahaan patungan itu, Hidayat mengatakan belum ditentukan. Namun Hidayat memperkirakan pembagian sahamnya 50:50 persen. Yang penting, lanjut Hidayat, pihak Kuwait bersedia mensuplai seluruh produksi BBM kilang itu ke PT Pertamina. ”Jadi kita punya stok BBM yang lebih,” katanya.
Hidayat menjelaskan, dalam salah satu syarat perjanjian tersebut, Pertamina akan menjadi pembeli produk BBM kilang itu. Sedangkan untuk produk yang lain, akan dibahas dalam joint venture agreement.
Sedangkan untuk kilang Bojonegara, Banten, masih dalam tahap negosiasi dengan Iran. Dalam negosiasi terakhir belum putus karena harga yang ditawarkan Iran sangat mahal, karena menggunakan harga internasional.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pemerintah telah melakukan tanda tangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kuwait Petroleum untuk kerja sama pembangunan kilang itu di Kuwait beberapa waktu lalu. “Mereka akan membuat persiapan dan uji kelayakan selama enam bulan,” kata Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 20 Agustus 2010.
Menurut dia, Kuwait Petroleum telah setuju mempercepat rencana ini, sehingga pada triwulan pertama 2011 pembangunan fisik sudah dapat dimulai. Akhir tahun, perwakilan Kuwait Petroleum akan datang dan akan melakukan penandatangan pembuatan perusahaan patungan.
Mengenai besaran porsi saham perusahaan patungan itu, Hidayat mengatakan belum ditentukan. Namun Hidayat memperkirakan pembagian sahamnya 50:50 persen. Yang penting, lanjut Hidayat, pihak Kuwait bersedia mensuplai seluruh produksi BBM kilang itu ke PT Pertamina. ”Jadi kita punya stok BBM yang lebih,” katanya.
Hidayat menjelaskan, dalam salah satu syarat perjanjian tersebut, Pertamina akan menjadi pembeli produk BBM kilang itu. Sedangkan untuk produk yang lain, akan dibahas dalam joint venture agreement.
Sedangkan untuk kilang Bojonegara, Banten, masih dalam tahap negosiasi dengan Iran. Dalam negosiasi terakhir belum putus karena harga yang ditawarkan Iran sangat mahal, karena menggunakan harga internasional.
”Sehabis ini tim saya ke Iran bersama Pak Gita (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan) untuk membahas lagi,” katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar