Realisasi Investasi RI Cetak Rekor Baru
Modal asing mendominasi realisasi investasi sepanjang semester I-2012.
Rabu, 25 Juli 2012, 11:19Syahid Latif, Sukirno
Kepala BKPM, Chatib Basri(facebook.com)
VIVAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal pada kuartal II-2012 mencapai Rp76,9 triliun, tertinggi dalam sejarah Indonesia.
Dari realisasi tersebut, investasi yang berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp20,8 triliun. Sedangkan investasi asing, mencatat realisasi lebih dari dua kali lipatnya atau Rp56,1 triliun.
Kepala BKPM, Chatib Basri menuturkan, nilai realisasi investasi itu lebih tinggi 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Itu tertinggi sepanjang sejarah," kata dia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu 25 Juli 2012.
Data BKPM menunjukkan, realisasi PMDN pada periode kuartal II-2012 sebesar Rp20,8 triliun atau naik 10,1 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.
Kepala BKPM, Chatib Basri menuturkan, nilai realisasi investasi itu lebih tinggi 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Itu tertinggi sepanjang sejarah," kata dia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu 25 Juli 2012.
Data BKPM menunjukkan, realisasi PMDN pada periode kuartal II-2012 sebesar Rp20,8 triliun atau naik 10,1 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.
Investasi ini tersebar di sejumlah sektor, di antaranya industri kertas, barang dari kertas dan percetakan (Rp2,4 triliun), tanaman pangan dan perkebunan (Rp2 triliun), industri mineral non logam (Rp1,9 triliun), dan industri makanan (Rp1,8 triliun).
Sementara itu, untuk realisasi investasi asing yang mengalami kenaikan 30,2 persen berasal dari lima sektor usaha. Kelima sektor usaha itu adalah pertambangan (US$1 miliar), industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi (US$1 miliar), listrik, gas, dan air (US$0,6 miliar), industri makanan (US$0,5 miliar), serta industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronim (US$0,5 miliar).
Chatib menjelaskan, sepanjang Januari hingga Juni 2012, realisasi penanaman modal sudah mencapai Rp148,1 triliun. Jumlah tersebut, terdiri dari PMDN sebesar Rp40,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp107,6 triliun.
"Jumlah ituu meningkat 28,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," ungkapnya.
Hingga akhir 2012, BKPM menargetkan, penanaman modal mencapai Rp283 triliun. Artinya, jika melihat hingga semester I-2012, realisasi penanaman modal sudah mencapai 52 persen.
"Sudah separuhnya, ini menunjukkan investasinya masih sangat kuat. Ini rekor dalam sejarah kita," tegas Chatib. (asp)
Sementara itu, untuk realisasi investasi asing yang mengalami kenaikan 30,2 persen berasal dari lima sektor usaha. Kelima sektor usaha itu adalah pertambangan (US$1 miliar), industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi (US$1 miliar), listrik, gas, dan air (US$0,6 miliar), industri makanan (US$0,5 miliar), serta industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronim (US$0,5 miliar).
Chatib menjelaskan, sepanjang Januari hingga Juni 2012, realisasi penanaman modal sudah mencapai Rp148,1 triliun. Jumlah tersebut, terdiri dari PMDN sebesar Rp40,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp107,6 triliun.
"Jumlah ituu meningkat 28,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," ungkapnya.
Hingga akhir 2012, BKPM menargetkan, penanaman modal mencapai Rp283 triliun. Artinya, jika melihat hingga semester I-2012, realisasi penanaman modal sudah mencapai 52 persen.
"Sudah separuhnya, ini menunjukkan investasinya masih sangat kuat. Ini rekor dalam sejarah kita," tegas Chatib. (asp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar