Anak-anak yang Jadi 'Dewasa' Sebelum Waktunya
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda
Sehari-hari Sinar harus merawat sang ibu yang pada 2009 sudah dua tahun terbaring lumpuh. Sebab kelima kakaknya harus bekerja sebagai pembantu, sedangkan ayahnya pergi entah ke mana.
Gadis kelas 1 SD itu menyempatkan diri untuk memasak nasi dan membereskan rumah sebelum berangkat ke sekolah. Dia pun menyempatkan diri untuk memandikan dan memberi makan sang ibu. Bahkan saat sang ibu buang air, Sinar juga yang membersihkan.
Seharusnya bocah seusia Sinar mendapat asupan gizi yang cukup. Namun karena keadaan ekonomi yang begitu pas-pasan membuatnya kerap mengonsumsi nasi tanpa lauk. Tak jarang, lauk makan Sinar dan ibunya hanyalah garam. Sedangkan untuk mengganti susu, Sinar sering meminum air tajin.
Ketika kisah haru Sinar terpublikasi di media pada akhir 2009, perhatian besar pun tercurah. Aneka bantuan dan kunjungan satu demi satu menyambangi rumah Sinar. Mulai dari warga biasa, organisasi keagamaan, perkumpulan geng motor, dan sejumlah pejabat.
Tak hanya makanan dan uang, Sinar juga mendapat bantuan peralatan sekolah dan pakaian. Bahkan tim dokter didatangkan untuk memeriksakan kesehatan Murni, ibunda Sinar.
Ternyata di tengah bantuan yang mengalir, ada pencuri yang tega beraksi. Bantuan berupa barang dan makanan dari para dermawan hilang dari kediaman Sinar. Namun yang jelas saat media gencar menyorot Sinar, bocah yang semula dipandang sebelah mata itu mendapat hujan perhatian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar